Pengertian Ghosting
Menurut Oxford Dictionary, ghosting adalah praktik mengakhiri hubungan pribadi dengan seseorang secara tiba-tiba yang ditandai dengan adanya pemutusan semua akses komunikasi tanpa adanya penjelasan.
Tingkatan Ghosting
Wendy Walsh, seorang profesor psikologi mengemukakan pendapatnya terkait tingkatan ghosting, khususnya dalam hubungan asmara mulai dari yang ringan sampai berat. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut :
Ghosting ringan, adalah ghosting yang terjadi ketika seseorang yang tidak terlalu dekat dengan kita tidak membalas pesan atau panggilan telepon dari kita.
Ghosting sedang adalah ghosting yang terjadi saat kita bertemu orang baru dan sudah beberapa kali bertemu dengannya namun tiba-tiba menghilang (lost contact).
Ghosting berat adalah ghosting yang terjadi saat hubungan sudah sangat intim namun tiba-tiba salah satu pihak menghilang tanpa sebab.
Sebuah studi mengungkap bahwa ghosting merupakan salah satu bentuk dari penolakan sosial yang menyebabkan rasa pada sakit fisik dan otak.
Penyebab Ghosting
Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog (dikutip dari laman klikdokter.com), mengemukakan bahwa penyebab ghosting sangat bervariasi. Diantaranya sebagai berikut :
- Pikiran bahwa ghosting adalah cara paling mudah dan nyaman untuk memutuskan suatu hubungan.
- Takut membuat komitmen lebih jauh dengan orang yang dikencani
- Bertemu sosok lain yang lebih menarik
- Tidak bisa mengomunikasikan cara mengakhiri hubungan
Ikhsan menegaskan pada umumnya umumnya penyebab ghosting cenderung mengarah kepada perilaku untuk menghindari perasaan tidak nyaman. Entah tidak nyaman untuk mengakhiri hubungan atau berkomitmen lebih jauh.
Hal Yang Dilakukan Ketika Menjadi Korban Ghosting
Menjadi korban ghosting memang menjengkelkan, namun kamu juga perlu mengetahui bahwa ada beberapa hal yang perlu kamu lakukan saat menjadi korban ghosting agar tidak terlalu berlarut dalam kesedihan.
Seorang psikolog, Christine A, M. Psi., menjelaskan 5 hal tersebut. Berikut di antaranya:
- Belajar menerima kenyataan
Memang tidak mudah untuk menerima kenyataan karena ia menghilang secara tiba-tiba. Namun, kamu perlu belajar menerima bahwa dia memang bukan untukmu.
- Lupakan rasa ingin tau terhadapnya
Saat kamu menjadi korban ghosting, rasa ingin tahu tentangnya tentu ada karena penasaran akan sikap yang ia lakukan. Tapi kamu harus menyadari bahwa kamu tidak bisa mengetahui isi pikiran pelaku ghosting.
Jadi, kamu perlu melepaskan rasa ingin tau itu dan biarkan lah dirimu merasakan emosi. Berikan dirimu waktu untuk berduka, merasakan sedih, marah, jengkel, dan menangis.
- Cerita kepada Orang yang Dipercaya
Menjadi korban ghosting tentu membuat kamu penasaran akan sikapnya, tentu kamu membutuhkan orang lain untuk bercerita. Kamu bisa menceritakan hal ini kepada orang yang kamu percaya agar kamu tidak merasa sendiri dan mendapatkan dukungan dari orang lain untuk melewati hal ini.
- Jangan kontak lagi
Ketika ia menghilang tanpa kabar, jangan berani untuk mencoba menghubunginya kembali. Melakukan hal tersebut justru akan membuatmu membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih kembali dan membuat lukamu semakin bertambah.
- Jangan mengisolasi diri
Ditinggalkan oleh seseorang memang membuat perasaan sedih muncul dan mencoba untuk mengisolasi diri. Namun, akan lebih baik jikakamu melakukan berbagai aktivitas dan bertemu dengan kerabat atau sahabat-sahabatmu.
Mengisolasi diri justru akan membuatmu selalu kepikiran akan dirinya dan menjadi susah lupa. Dengan melakukan berbagai kegiatan, setidaknya kamu tidak selalu mengingat dirinya dan kenangan-kenangan yang pernah kalian lakukan bersama.

Komentar
Posting Komentar