Apa itu Introvert, Ektrovert, dan Ambivert ?
Hallo, Sobat Ummah, MU-Pedia hadir lagi nih🤗
Untuk edisi kali ini kita akan ngebahas introvert, extrovert dan ambivert.
Apakah kalian tahu apa itu introvert, ekstrivert, dan ambivert?
Apakah kalian tipe kepribadian introvert yang suka menyendiri, ekstrovert yang menikmati keramaian, atau ambivert yang menikmati kedua situasi tersebut?
Mau tau lebih lanjut ? Yuk simak info di bawah ini. Lets Go!
Konsep introvert dan ekstrovert pertama kali dicetuskan oleh psikiater asal Swiss bernama Carl Jung. Ia percaya bahwa beberapa orang bisa mendapatkan energi dari dunia eksternal (ekstrovert) dan lainnya mendapatkan energi dari dunia internal (introvert).
1. Introvert
Definisi introvert sendiri adalah seseorang yang bisa menyerap energi ketika sedang sendiri memilih ketenangan untuk refleksi. Mereka tidak menolak menghabiskan waktu bersama satu atau dua orang terdekatnya.
Mereka kadang membutuhkan waktu menyendiri untuk memulihkan energinya setelah berinteraksi di lingkungan sosialnya. Mereka juga cenderung tidak suka omongan basa-basi, dan lebih memilih percakapan yang lebih berarti.
Memilih kerja sendiri. Jika kalian merasa kerja kelompok terlalu berlebihan, tandanya kalian adalah seorang introvert. Orang introvert biasanya bekerja lebih efektif ketika mereka bekerja sendiri karena bisa lebih fokus.
Introspektif dan ingin tahu. Sebelum merencanakan sesuatu, biasanya seorang introvert memilih untuk memikirkannya secara matang terlebih dahulu.
Cara berpikir orang introvert memang lebih internal. Pola berpikir ini yang mendorong mereka untuk banyak melakukan riset dan refleksi diri sendiri.
Sering dituduh melamun. Orang introvert biasanya melarikan diri dari situasi di sekitarnya dengan melamun atau membiarkan pikiran mereka bebas berkeliaran.
Memilih menulis dibanding berbicara. Orang introvert lebih memilih untuk menuangkan pikirannya lewat tulisan daripada lisan, apalagi jika mereka sedang tidak siap.
2. Ekstrovert
Jika introvert lebih senang menyendiri, maka seseorang ekstrovert lebih
menyukai lingkungan yang interaktif. Mereka cukup antusias dalam hal
baru dan senang bergaul. Hal itu disebabkan karena seorang extrovert
lebih didominasi dengan sifat, kondisi atau kebiasaan yang menyenangkan
dari luar diri mereka sendiri. Bagi mereka, aktivitas sosial,
berinteraksi dengan orang lain, bertukar informasi dengan banyak orang
dan senang bergaul adalah hal yang menyenangkan.
Berikut ciri-ciri kepribadian ekstrovert lainnya:
Tidak suka menyendiri. Ekstrovert tidak suka menyendiri karena mereka merasa keadaan tersebut justru menguras energi mereka. Mereka mengisi ulang energi justru dengan berada di tengah orang banyak.
Senang berada di tengah orang banyak. Beda dengan introvert, ekstrovert justru merasa nyaman berkumpul dalam kelompok besar. Mereka bahkan tidak segan menjadi pemimpin di kerja kelompok dan kegiatan sosial setelah kerja.
Memiliki banyak teman. Orang ekstrovert lebih mudah mendapatkan teman baru karena mereka merasa nyaman dengan energi orang lain. Mereka juga memiliki jaringan sosial yang luas dengan banyak kenalan.
Outgoing dan optimis. Ekstrovert kadang disebut sebagai orang yang bahagia, positif, ceria, dan ramah. Mereka jarang terlalu memikirkan kesulitan dalam hidup.
Tidak khawatir dengan risiko. Orang ekstrovert kadang suka melakukan tindakan yang berisiko. Jika tindakan tersebut berhasil dan risikonya terbayarkan, mereka akan merasa sangat puas.
3. Ambivert
Ambivert adalah kepribadian yang berada di tengah-tengah introvert dan ekstrovert. Kepribadian ini diketahui dapat menjadi pendengar maupun pembicara yang baik, bisa mengatur perilaku dan memiliki empati yang tinggi.
Berikut ciri-ciri kepribadian ambivert yang perlu kalian ketahui:
- Pendengar yang baik. Ekstrovert mungkin lebih banyak bicara dan introvert lebih banyak melihat dan mendengar. Tapi ambivert tahu kapan harus bicara dan kapan harus menjadi pendengar.
- Bisa mengatur perilaku. Kepribadian ambivert bisa menyesuaikan perilakunya tergantung dari orang dan lingkungan di sekelilingnya.
- Merasa nyaman di situasi sosial, tapi juga menghargai waktu menyendiri. Jika mendapat undangan pesta dari temannya, seorang ambivert mungkin akan memikirkan pro dan kontra dari acara tersebut. Mereka bisa saja memilih untuk pergi atau tidak.
- Memiliki empati yang tinggi. Kepribadian ambivert bisa menjadi pendengar yang baik dan mengerti situasi seseorang. Jika seorang temannya mengalami masalah, ambivert akan mendengar dan memberi pertanyaan mendalam untuk membantu menyelesaikan masalah.
- Bisa menyediakan keseimbangan. Di situasi sosial, seorang ambivert bisa memberikan keseimbangan yang diperlukan. Mereka bisa saja menjadi orang pertama yang memecahkan kesunyian dan membuat orang lain yang lebih introvert menjadi lebih nyaman untuk berbicara.
Komentar
Posting Komentar