Webinar #1 Memerdekakan Ekonomi di Bulan Kemerdekaan
Senin, 31 Agustus 2020 pukul 19.30 melalui Google Meet
Di tengah kondisi pademi seperti ini ternyata bukan alasan untuk tidak memulai bisnis lho, mau berbisnis, tapi bingung bagaimana memulainya? Apa strategi yang paling baik di tengah pademi?
Bersama pemateri Hasbi Ashidqi, S.Pd., M. Pd. (Alumni UIN Sunan Kalijaga, Owner Bang Iboy Motoshop) dan moderator Indah Dwi Lestari (Mahasiswa UIN SuKa, Miflary Mitra Ummah)
Seklias tentang Bang Iboy Motoshop:
Bang Iboy Motoshop merupakan produk asesoris motor dengan sistem jual-beli offline dan online. Usaha ini berawal dari hobi pribadi, yaitu hobi motor dan didirikan pada 13 Agustus 2015. Kala itu, customer Bang Iboy Motoshop hanya lingkup jogja dengan keuntungan 300-300 ribu perbulan. Dalam jangka waktu 5 tahuh produk Bang Iboy Motoshop melejit dan menyebar ke seluruh Indonesia dengan keuntungan mencapai 5-11 juta perbulan. Bang Iboy Motoshop ini didirikan bukan hanya sebagai latihan bisnis semata, tetapi juga sebagai lahan dakwah, khususnya kepada komunitas motor yang masih dekat dengan miras. Bahkan dalam proses jual beli, para pembeli diajak untuk meluruskan niat agar tidak hanya memenuhi nafsu semata, tetapi sebagai sedekah. Sehingga bisnis Bang Iboy Motoshop ini dunianya dapat dan akhirnaynya pun dapat, insyaallah.
Mas Hasbi mengatakan bahwa beliau memiliki inspirator dalam bisnis yaitu Nabi Muhmammad SAW. Rasulullah tidak hanya seorang Rasul, sebelum diangkat menjadi Nabi, beliau sudah 25 tahun menjadi pengusaha atau pedangang.
Mas Hasbi menceritakan awal bisnisnya dimulai melalui menjual choki-choki di pondok. Jadi, saat libur tiba, Mas Hasbi tidak kehabisan uang, melainkan membawa uang. Selain itu, Mas Hasbi juga pernah berbisnis dalam hal jual beli lukisan telur. Dan, beliau mendapatkan pengalaman duka yaitu pernah tertipu orang yang dikenalnya sampai jutaan rupiah. Beliau juga mengatakan tentang buku yang pernah dibacanya menjelaskan bahwa terkadang teman kita sendiri yang menjatuhkan kita dalam berbisnis, tetapi perlu digarisbawahi bahwa itu terkadang. Namun, Alhamdulillahnya beliau mendapatkan rejeki lebih setelah tertipu teman sendiri itu.
Beliau menceritakan bahwa dulu ada seorang tokoh Islam yang memutarbalikkan pemikiran orang muslim. Orang tersebut mengatakan pada muslim aceh bahwa beribadahlah, sedangkan dalam bisnis serahkan pada Allah. Makanya kita kecolongan, padahal Rasul kita memberikan contoh bahwa kita harus kuat dalam hal ibadah dan tauhid, tetapi juga kuat dalam hal ekonomi. Mas Hasbi mengatakan bahwa kewajiban berkurban, naik haji dan lainnya itu membutuhkan uang. Maka, jadilah kaya untuk beribadah pada-Nya.
Mas Hasbi menganggap hidup untuk hari ini adalah anggapan yang sedikit keliru. Karena kita harusnya bekerja keras untuk mencapai kesejahteraan. Bisnis itu bisa diibaratkan lokomotif, pas pertama jalan itu berat, bisa digambarkan kalau kita malu-malu, takut saat memulainya, tetapi setelah bisnis berjalan lancar, nanti akan susah ngeremnya. Tidak usah banyak strategi dasar, action dulu saja.

Komentar
Posting Komentar